Minggu, 31 Januari 2010

Tips Beli Durian

Pernahkah ketika anda membeli durian di pinggir jalan merasa tertipu oleh penjualnya?ketika anda cicipi durian tersebut rasanya enak tetapi ketika dibawa pulang untuk di santap ternyata dalamnya banyak yang busuk, dagingnya belum matang, rasanya hambar, dan sebagainya.
Nahh ini saya ada tips bagaimana cara memilih durian yang baik agar teman-teman tidak merasa teripu oleh penjualnya.
  1. Pilih buah yang kelima juringnya (sisi) terisi sempurna. Kalau ada juring yang kosong (tidak berisi daging buah), biasanya bentuk buah menjadi tidak simetris (melengkung), duri mengecil, dan mengumpul.
  2. Periksa seluruh permukaan kulit buah, jangan sampai ada lubang bekas ulat. Biasanya lubang ini berukuran sebesar kepala jarum pentul, kulit di sekelilingnya menjadi kecoklatan, dan sering terdapat bekas kotoran ulat (jika belum dibersihkan oleh si penjual). Jangan jika si penjual mengatakan: "Aah, ini tidak apa-apa, cuma luarnya saja kok!", karena pada kenyataannya di dalam durian tsb dagingnya sudah habis oleh ulat
  3. Pilih bentuk buah yang bulat membola karena biasanya mempunyai daging buah yang lebih tebal daripada buah yang berbentuk bulat memanjang. Ini logis karena ruang untuk daging buah menjadi lebih lebar, dan pembengkakan ini menyebabkan kulitnya agak lebar
  4. Jangan pernah membeli buah durian yang dibungkus dengan daun aren, karena daun tersebut dapat menyembunyikan bagian yang cacat atau mungkin ujung kulit buahnya ternyata sudah merekah, sehingga dagingnya sudah masuk angin
  5. Durian yang sudah masak biasanya beraroma tajam, terutama pada bagian ujung buah. Perhatikan agar kulit di ujung buah belum merekah, tapi sudah mengeluarkan aroma. Tetapi berhati-hati jugalah pada ulah penjual yang nakal, karena dapat saja durian mentah diciprati oleh air cucian tangan (kobokan) orang yang baru saja makan durian, sehingga durian mentah pun dapat beraroma menyengat
  6. Durian yang sudah masak juga bisa diketahui dari suara gema bila kulitnya dipukul menggunakan gagang (tangkai) pisau. Bila bunyinya "...bluk...bluk...bluk..." itu tandanya buah sudah masak betul. Sebaliknya bila bunyinya "...plek...plek...plek..." tandanya durian belum enak dimakan. Seorang penjual durian yang sudah ahli bahkan cukup menggarukkan kukunya di atas duri-duri tajam, dan dengan ketajaman telinganya sudah bisa "mendengar" mana durian yang masak dan mana yang masih mentah
  7. Tangkai buah yang dipotong dengan pisau menunjukkan bahwa buah dipetik sebelum masak (mengkal), sehingga baru enak dimakan setelah diperam selama 2-3 hari. Durian jatuhan mempunyai ciri ujung tangkai buah yang tidak rata karena lepas dari dahannya secara alami, berarti buah tersebut sudah enak untuk langsung dimakan
  8. Tebal tipisnya daging durian dapat juga ditebak dari ketebalan tangkai buahnya. Tangkai buah yang tebal dan pendek cenderung menghasilkan daging buah yang tebal, karena semakin besar diameter dan semakin pendek tangkai buahnya maka akan semakin cepat dan banyak karbohidrat masuk dari daun ke dalam buah, sehingga akhirnya daging buah menjadi lebih tebal. Sebaliknya, bila tangkai buah kurus dan panjang, maka daging buah yang dihasilkan cenderung tipis
  9. Untuk menentukan apakah ukuran biji besar atau kecil, angkatlah dua buah durian yang besarnya sama. bila salah satu terasa lebih ringan, maka isinya berbiji kecil, dan kemungkinan daging yang dapat dimakan lebih banyak
  10. Buah yang berduri kecil dan rapat cenderung berdaging lembek (kadar airnya tinggi), sedangkan buah yang berduri besar dan jarang akan berdaging lebih kering
  11. Jangan membeli buah yang berukuran terlalu besar (lebih dari 4 kg), karena seringkali daging buahnya masak tidak merata. Bagian tengah dan ujung sudah cukup empuk dan enak dimakan, tetapi bagian pangkalnya masih keras dan belum manis

***Tambahan
Warna daging buah agak sulit untuk ditebak dari penampilan luar buah durian. Tetapi ketika masih di pohonnya, coba tengok warna bagian belakang daunnya. Bagian atas daun jelas berwarna hijau, tetapi bagian belakangnya dapat berwarna keperakan atau keemasan. Daun yang keperakan biasanya menghasilkan buah berdaging putih, sedangkan daun yang keemasan akan berdaging buah kekuningan
Bila satu buah contoh yang dibuka ternyata berkualitas baik, maka carilah buah dari varietas yang sama (berasal dari satu pohon), karena besar kemungkinan kualitasnya akan sama pula. Cirinya adalah warna kulit, bentuk duri, dan bentuk buah sama.

Sumber: www.kaskus.us

Sabtu, 30 Januari 2010

Tips Membeli Sepatu

Membeli sepatu boleh jadi merupakan kegiatan yang mudah dilakukan. Namun sesungguhnya, ada aturan-aturan tertentu yang harus dijalankan jika anda ingin membeli sepatu. Beberapa tips jika anda ingin membeli sepatu:
  1. Beli sendiri. Jangan pernah menyuruh orang lain membelikan sepatu dengan memberikan patokan ukuran. Hal ini dikarenakan pabrik sepatu mempunyai standar ukuran yang seringkali berbeda.
  2. Belilah di sore hari. Pergilah ke toko sepatu pada saat siang ataupun sore hari, karena saat siang ataupun sore itu kaki kita sudah banyak melakukan aktivitas seharian sehingga sepatu yang kita beli tidak akan kesempitan. Ini disebabkan setelah melakukan aktivitas ukuran kaki akan membesar.
  3. Mencoba. Saat mencoba sepatu, lakukanlah dengan berdiri. Untuk patokan ukuran, percayalah pada kaki kanan anda, karena biasanya kaki sebelah kanan lebih besar daripada kaki yang sebelah kiri. Sebaiknya, cobalah kedua sepatu tersebut kedua-duanya dan berjalan-jalanlah sebentar di dalam toko.
  4. Jangan coba barang display. Jangan membeli sepatu yang adda dipajangan karena sudah sering di coba oleh pengunjung sehingga sepatu itu dipastikan sudah melar. Mintalah pelayan toko untuk mengambil sepatu yang akan anda beli dari gudang penyimpanan.

Tips Mengelola Keuangan

Banyak cerita yang telah kita dengar bahwa gaji yang diterima tidak tersisa pada akhir bulan. Tentu hal ini disebabkan oleh banyak hal seperti harga-harga yang terus naik tetapi tidak sejalan dengan kenaikan gaji kita, hidup pola konsumtif (tidak bisa membedakan mana yang 'kebutuhan' dan mana yang 'keinginan'), tidak dapat mengelola pendapatan dengan benar dan lain-lain. Oleh karena itu saya akan membagi tips dalam mengelola keuangan.

Dalam mengelola keuangan ada empat tahapan yang harus diperhatikan:
  1. Niat untuk merubah kebiasaan kita. Karena kalau kita tidak meniatkan sesuatu maka akan sia-sia saja usaha yang kita lakukan. Hal ini jangan di anggap remeh karena sangat susah untuk merubah kebiasaan yang telah kita lakukan sejak lama.
  2. Membayar prioritas. Banyak orang yang menunda pembayaran uang kontrakan, uang bayaran sekolah, bahkan sampai cicilan kredit mereka. Padahal menunda pembayaran-pembayaran tersebut sangatlah membebani kita secara fisik dan mental. Cicilan kredit contohnya, jika kita menunda pembayarannya maka itu akan sangat berdampak pada bunganya yang makin berat sehingga utang akan semakin membengkak dan kitapun akan capek untuk menunda janji pembayaran tersebut.
  3. Menabung. Selama ini banyak yang beranggapan akan menabung jika ada sisa di akhir bulan, tapi kenyataannya pada akhir bulan nanti tidak ada yang tersisa. Jadi sebaiknya kita menabung pada saat menerima gaji kita sebelum di potong biaya macam-macam untuk hidup (saran saya kita menggunakan suatu rekening khusus yang jarang di gunakan untuk tempat autodebet agar tidak perlu repot-repot pergi ke bank). Gunakan bermacam-macam bank untuk menghindari resiko yang ada (walaupun saat ini sudah cukup aman tapi akan sangat berguna jika kita mendiversifikasi tabungan kita).
  4. Membayar premi asuransi. Banyak orang yang menganggap asuransi tidaklah penting. Itu pemikiran yang salah! karena asuransi berfungsi sebagai proteksi. Jadi seandainya jika ada keluarga kita yang kecelakaan atau harus masuk rumah sakit maka kita mau tidak mau akan mengeluarkan biaya yang sangat besar. Nah, disinilah asuransi berperan, kita akan dapat mengurangi penggunaan dana untuk membayar rumah sakit tersebut sehingga uang kita tidak akan habis untuk biaya rumah sakit tersebut.
Selanjutnya sisa gaji kita dari tahapan-tahapan tersebut 'harus' dapat dipergunakan untuk biaya kebutuhan hidup selama sebulan. Jadi kita seolah-olah dipaksa untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup kita dari uang sisa gaji kita tersebut. Usahakan kita mematuhinya karena kalau tidak akan sia-sia saja yang sudah kita rencanakan selama sebulan penuh tersebut.

Selamat mencoba! :)
Powered By Blogger